Kita dididik untuk menerima bahwa Indonesia merdeka dengan tangannya sendiri dan bahwa Indonesia bersatu untuk meraih dan menjaga kemerdekaan.
Mmmmm... Ya dan Tidak.
Jepang sebenarnya berencana untuk memerdekakan Indonesia (di buku pelajaran sejarah juga dituliskan) sebelum pada akhirnya kita memilih untuk lebih dulu memerdekakan diri.
Bung Karno waktu itu agak enggan untuk memproklamirkan kemerdekaan tanggal 17 Agustus karena (kalau tidak salah) Jepang sudah menyiapkan kemerdekaan Indonesia tanggal 23 Agustus (1945).
Masalahnya Jepang keburu menyerah kepada sekutu, sehingga bisa saja sebelum tanggal 23 tersebut, ada pemindahan kekuasaan dan kita tidak jadi merdeka.
Maka setelah diculik ke Rengas Dengklok, pada tanggal 17 Agustus pagi hari, Bung Karno membacakan teks proklamasi.
Bayangkan kalau Jepang tidak kalah oleh sekutu. Mungkinkah kita akan merdeka karena pemberian? Sama seperti Malaysia yang sering kita goda?
Sebenarnya sebelum Jepang masuk ke Indonesia-pun sebenarnya Belanda sudah berencana untuk memerdekakan Indonesia. Rencana mereka adalah pada tahun 1970-an.
Itulah mengapa mereka mempersiapkan orang-orang yang kelak akan jadi pemimpin-pemimpin Indonesia dengan menyekolahkan tokoh-tokohnya. Salah satunya bentuk persiapannya adalah dengan membiarkan Kongres Pemuda 1 dan 2 terjadi.
Gue memaklumi kalau ada yang hatinya panas membaca bagian ini.
“Kurang ajar! Enak aja perjuangan mati-matian kita malah disebut “pemberian”!!!”
Tapi inilah sisi-sisi sejarah yang tidak pernah kita ketahui... Mungkin salah, tapi mungkin juga benar. Boleh teman-teman gubris, juga boleh tidak.
Tapi satu hal yang pasti, bahwa apa yang selama ini kita anggap “benar” belum tentu merupakan kebenaran yang sesungguhnya.
Mmmmm... Ya dan Tidak.
Jepang sebenarnya berencana untuk memerdekakan Indonesia (di buku pelajaran sejarah juga dituliskan) sebelum pada akhirnya kita memilih untuk lebih dulu memerdekakan diri.
Bung Karno waktu itu agak enggan untuk memproklamirkan kemerdekaan tanggal 17 Agustus karena (kalau tidak salah) Jepang sudah menyiapkan kemerdekaan Indonesia tanggal 23 Agustus (1945).
Masalahnya Jepang keburu menyerah kepada sekutu, sehingga bisa saja sebelum tanggal 23 tersebut, ada pemindahan kekuasaan dan kita tidak jadi merdeka.
Maka setelah diculik ke Rengas Dengklok, pada tanggal 17 Agustus pagi hari, Bung Karno membacakan teks proklamasi.
Bayangkan kalau Jepang tidak kalah oleh sekutu. Mungkinkah kita akan merdeka karena pemberian? Sama seperti Malaysia yang sering kita goda?
Sebenarnya sebelum Jepang masuk ke Indonesia-pun sebenarnya Belanda sudah berencana untuk memerdekakan Indonesia. Rencana mereka adalah pada tahun 1970-an.
Itulah mengapa mereka mempersiapkan orang-orang yang kelak akan jadi pemimpin-pemimpin Indonesia dengan menyekolahkan tokoh-tokohnya. Salah satunya bentuk persiapannya adalah dengan membiarkan Kongres Pemuda 1 dan 2 terjadi.
Gue memaklumi kalau ada yang hatinya panas membaca bagian ini.
“Kurang ajar! Enak aja perjuangan mati-matian kita malah disebut “pemberian”!!!”
Tapi inilah sisi-sisi sejarah yang tidak pernah kita ketahui... Mungkin salah, tapi mungkin juga benar. Boleh teman-teman gubris, juga boleh tidak.
Tapi satu hal yang pasti, bahwa apa yang selama ini kita anggap “benar” belum tentu merupakan kebenaran yang sesungguhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar