Tampilkan postingan dengan label trending topic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label trending topic. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Januari 2012

Ingatlah Pancasila

Situasi politik di Pekanbaru lagi panas. Demonstrasi,pembakaran rumah ketua KPUD udah menghiasi kota Pekanbaru.Pasangan Firdaus-Ayat menang telak teradap pasangan Septina-Erizal.Tapi belum ada putusan mengenai ini,siapa yang bakal jadi walikota Pekanbaru.

Massa Demo Pekanbaru Bakar Ban Bekas
ini pendukung salah satu pasangan CAWALKOT yang berdemonstrasi di dean
Politik tujuan sejatinya adalah memperoleh kekuasaan.Jadi orang akan melakukan hal apa saja untuk memperoleh kekuasaan. Tapi,haruskah dengan cara yang seperti ini? Pemimpin itu adalah contoh bagi rakyatnya,mau memimpin aja udah kayak gini,gimana memimpin.Semuanya mempunyai kepentingan politik.Ya semuanya,makanya jangan melakukan hal yang berlebihan,karena berlebihan itu gak baik.

Semuanya pengen jadi walikota,apa yang di kejar? ingin merubah kota? ingin memajukan kota? Masih banyak cara,masih banyak.Tidak perlu disebutkan lagi,mungkin sudah tahu.

Yang namanya pemilu itu ya kelompok yang terbesar yang menang.Begitu seterusnya sampai kiamat. 
Semua udah lupa mungkin ya sama pancasila,bukannya saya sok ngerti sama pancasila,tapi 5 sila itu adalah penuntun kehidupan berbasangsa dan bernegara,dimana letak persatuan kita? setiap kelompok saling serang,dimana sila keempat kita? musyawarah mufakat.

Pancasila sudah disusun oleh Para pendiri bangsa ini dahulu untuk kita,untuk anak cucu kita nantinya.Kalau seperti ini prosesnya,mungkin akan begini sampai kiamat.

Jadilah pemimpin yang berjiwa besar,menerima kekalahan dan jadilah pemimpin yang jujur,maka akan disayang rakyat.

Kamis, 20 Oktober 2011

Reshuffle Kabinet SBY

Beberapa hari yang lalu,Presiden kita,Soesilo Bambang Yudhoyono. Reshuffle itu biasa,tapi karena terlalu banyak pencitraan mungkin ya,banyak yang ngambil sisi negatif,berpendapat negatif.Kritis boleh,tapi kritislah pada jalan yang benar. Saya bingung dengan kalimat ini
"Saya berhak mengkritik SBY karena saya memilih SBY"
"Kamu tidak berhak mengkritik karena kamu kemaren sudah memilihnya'
Sebuah pernyataan yang terkadang buat saya bingung.Tolong beri penjelasan secara sosiologis bagi teman-teman yang baca postingan ini.

Berikut hasil reshuffle Presiden:

1. Amir Syamsuddin menjadi Menteri Hukum dan HAM dan Denny Indrayana sebagai wakilnya,
2. Azwar Abubakar menjadi Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, dan Eko Prasodjo sebagai wakilnya,
3. Mantan Dubes RI untuk Singapura, Wardana, menjadi wakil Menteri Luar Negeri,
4. Letjen TNI Marciano Norman menjadi Kepala Badan Intelijen Negara,
5. Mahendra Siregar menjadi Wakil Menteri Keuangan,
6. Gita Irawan Wirjawan menjadi Menteri Perdagangan dan Bayu Krisna Murti sebagai wakilnya,
7. Rusman Heriawan menjadi wakil Menteri Pertanian,
8. Jero Wacik menjadi Menteri ESDM dan Widjajono Partowidigdo sebagai wakilnya,
9. Mari Elka Pangestu menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Sapta Nirwandar sebagai wakilnya,
10. Dahlan Iskan menjadi Menteri BUMN dan Mahmudin Yasin sebagai wakilnya,
11. EE Mangindaan menjadi Menteri Perhubungan,
12. Gusti Muhammad Hatta menjadi Menristek,
13. Cicip Syarief Sutardjo menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan,
14. Musliar Kasim, sebagai Wakil Menteri Pendidikan Nasional bidang Pendidikan,
15. Wiendu Nuryanti, sebagai Wamendiknas bidang Kebudayaan,
16. Ali Gufron Mukti, sebagai Wakil Menteri Kesehatan,
17. Nazaruddin Umar, sebagai Wakil Menteri Agama,
18. Djan Faridz menjadi Menteri Perumahan Rakyat,
19. Baltasar Kambuaya menjadi Menteri Lingkungan Hidup.

Katanya sih "Presiden melakukan reshuffle berdasarkan lima pertimbangan. Di antaranya hasil evaluasi kinerja dan integritas, faktor the right man on the right place, kebutuhan atau keperluan organisasi/kabinet, masukan dan aspirasi masyarakat dalam satu tahun terakhir dan persatuan dalam kemajemukan tanpa meninggalkan integritas dan kapasitas para calon menteri."
Semoga aja begitu.Semoga Indonesia semakin baik kedepannya.
Satu lelucon dari buat Jero Wacik
"1 menteri kocokan sedang berpikir keras untuk terobosan; gimana cara supaya Julia Roberts syuting di tambang batu bara"

Semoga amanah itu benar-benar dijalankan !
 

Senin, 18 April 2011

Seharusnya Tidak Boleh Begitu

Pekanbaru saat ini akan mengadakan pemilukada walikota Pekanbaru masa bakti 2011-2016 . Ada dua calon dan salah satunya adalah istri orang nomer 1 di provinsi ini. 

Sepertinya di Riau saat ini akan seperti kerajaan yang mana suaminya pemimpin di provinsi dan istrinya akan memimpin kota Bertuah ini.Suatu kemarukan dalam hal ini,mengapa? karena gila jabatan. Kenapa gila jabatan ? karena mau mempeeroleh kekuasaan. Saya rasa ada sesuatu dibalik semua ini,ya tahulah apa.
Masalah kampanye,kenapa mesti bagi-bagi buku? bagi bagi baju sewaktu ingin memperoleh jabatan? kenapa nggak dari dulu? kenapa? belum ada sponsor? Padahalkan ada gaji buta dari salah satu  fakultas negeri yang ada di kota Pekanbaru. Dana dari mana itu semua ya.hmmm

Bagi yang ingin memlih tahun ini,pilihlah pemimpin yang memiliki prospek bagus kedepan (kayak barang aja ya ) tidak mengumbar janji,menyebar baliho banyak-banyak tidak . Karena semua itu belum tentu dibuktikan oleh mereka.

Sabtu, 22 Januari 2011

Nggak beres

Berita yang hangat menurut saya sekarang adalah PRESIDEN MINTA NAIK GAJI.
Karena sudah 7 tahun beliau menjabat sebagai Presiden negeri kita ini beliau belum pernah naik gaji. 
nih beritanya, cekidot nih 
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Yudhoyono mengeluhkan gajinya yang sudah sekitar 6 sampai 7 tahun belum naik-naik. Ucapan itu disampaikan saat memberikan pidato pembekalan kepada peserta Rapat pimpinan TNI/Polri di Jakarta, Jumat (21/1).

"Sampaikan ke seluruh jajaran TNI/Polri, ini tahun ke-6 atau ke-7 gaji Presiden belum naik," ujar Presiden SBY. Ucapan spontan presiden ini sempat membuat peserta rapim tertawa.

Presiden mengatakan hal itu dalam konteks kesejahteraan anggota TNI/POlri. Presiden mengatakan, pemerintah punya komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan anggota TNI dan Polri. Hal itu untuk mendorong anggota TNI dan Polri agar memiliki kinerja yang terus meningkat dan lebih baik.

Peningkatan kesejahteraan merupakan salah satu instruksi Presiden kepada pimpinan TNI dan Polri. Enam instruksi lainnya adalah penegakan hukum dan hak asasi manusia, penanganan bencana alam, tugas pemeliharaan perdamaian, penanggulangan terorisme, serta disiplin dan integritas jajaran TNI dan Polri. (MLA)


Presiden Indonesia mengantongi gaji per tahun US$ 124.171 atau setara dengan Rp 1,12 miliar atau 28 kali PDB per orang (pendapatan per kapita). Indonesia berada di urutan ketiga dunia setelah kepala negara Kenya (US$ 427.886 sekitar Rp 3,8 miliar atau 240 kali pendapatan per kapita) dan Singapura (US$ 2,18 juta sekitar Rp 19,8 miliar atau 40 kali pendapatan per kapita.

Berikut daftar yang dilansir The Economist pada Juli lalu:

1. Kenya 
US$ 427.886 sekitar Rp 3,8 miliar
(240 kali pendapatan per kapita)

2. Singapura 
US$ 2.183.516 sekitar Rp 19,8 miliar
(lebih dari 40 kali pendapatan per kapita)

3. Indonesia US$ 124.171 sekitar Rp 1,12 miliar
(28 kali pendapatan per kapita)

4. Afrika Selatan
US$ 272.280 sekitar Rp 2,4 miliar
(26 kali pendapatan per kapita)

5. Hong Kong
US$ 513.245 sekitar Rp 4,6 miliar
(lebih dari 10 kali pendapatan per kapita)

6. Selandia Baru
US$ 271.799 sekitar Rp 2,45 miliar
(10 kali pendapatan per kapita)

7. Prancis US$ 302.435 sekitar Rp 2,74 miliar
(sekitar sembilan kali pendapatan per kapita)

8. Amerika Serikat
US$ 400.000 sekitar Rp 3,6 miliar
(sekitar delapan kali pendapatan per kapita)

9. Jepang 
US$ 273.676 sekitar Rp 2,48 miliar
(sekitar tujuh kali pendapatan per kapita)

10. Jerman
US$ 283.608 sekitar Rp 2,57 miliar
(sekitar tujuh kali pendapatan per kapita)

11. Kanada 
US$ 296.400 sekitar Rp 2,68 miliar
(sekitar tujuh kali pendapatan per kapita)

12. Irlandia
US$ 287.900 sekitar Rp 2,6 miliar
(sekitar tujuh kali pendapatan per kapita)

13. Rusia 
US$ 115.000 sekitar Rp 1 miliar
(sekitar tujuh kali pendapatan per kapita)

14. Australia
US$ 286.752 sekitar Rp 2,59 miliar
(sekitar tujuh kali pendapatan per kapita)

15. Inggris
US$ 215.390 sekitar Rp 1,95 miliar
(sekitar enam kali pendapatan per kapita)

16. Taiwan
US$ 184.200 sekitar Rp 1,66 miliar
(sekitar enam kali pendapatan per kapita)

17. Argentina
US$ 74.126 sekitar Rp 671 juta
(sekitar lima kali pendapatan per kapita)

18. Korea Selatan
US$ 136.669 sekitar Rp 1,23 miliar
(sekitar empat kali pendapatan per kapita)

19. Israel
US$ 120.814 sekitar Rp 1 miliar
(sekitar empat kali pendapatan per kapita)

20. Polandia 
US$ 45.045 sekitar Rp 408 juta
(sekitar tiga kali pendapatan per kapita)

21. Cina
US$ 10.633 sekitar Rp 96,3 juta
(sekitar tiga kali pendapatan per kapita)

22. India
US$ 4.106 sekitar Rp 37 juta
(sekitar dua kali pendapatan per kapita)

THE ECONOMIST| KODRAT


Liat kan gajinya berapa presiden kita, udah gede, minta naik gaji, fasilitasnya juga lebih, daripada rakyat Indonesia ada yang verpanas, panas, dapet uang nggak seberapa.Ini udah dikasih  yang lebih, kerjanya mana? belum keliatan, minta gaji naik.
Pemimpin itu memberikan contoh yang baik buat rakyatnya, mungkin kalo nggak digaji juga nggak papa, kan bisa modal masuk surga.