Tampilkan postingan dengan label belajar menjadi penulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar menjadi penulis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 November 2014

Rendang dan Nasi Bungkus

Makanan yang saya ingin makan sekarang adalah rendang. Rendang adalah masakan yang berasal dari Sumatra Barat dan diyakini sebagai salah satu makanan terlezat di dunia. Jika ingin tahu bumbu-bumbu rendang silahkan searching sendiri di internet karena saya belum bisa masak rendang hehehhe.

Saya sering membeli rendang di Rumah Makan Kota Buana. Rumah makan ini terletak di jalan Riau, Jalan Subrantas dan Jalan Cokroaminoto *koreksi jika penulisan saya salah. Saya merasa rendang di Kota Buana ini enak. Saya sebagai orang yang tidak bisa makan cabe dan phobia dengan jika cabe itu berwarna merah, saya menyukai makanan yang enak ini. Rendangnya tidak terlalu pedas. Karena saya sudah mencoba berbagai macam rendang, ini yang tidak pedas menurut lidah saya.

Ketika saya membeli rendang, saya tidak memilih untuk makan disana, karena porsinya sedikit. Lebih baik di bungkus karena porsinya banyak. Saya mulai bertanya-tanya mengapa kalau dibungkus porsinya banyak ya?. Usut punya usut, zaman dahulu rumah makan padang sudah ada sejak zaman penjajahan. Yang makan di rumah makan hanya orang-orang tertentu, seperti kompeni, bangsawan atau orang kaya. Pihak rumah makan membungkuskan makanan untuk dinikmati oleh masyarakat biasa atau pribumi ketika itu, mereka membungkus dengan porsi banyak agar rakyat tidak kelaparan. saya mendapatkan cerita ini dari seorang pemilik rumah makan di Sumatra Barat dan  hingga kini masih dilakukan seperti itu.

Sebagai orang minang, saya bangga dengan makanan bernama rendang. Semoga rendang tetap milik Indonesia.
Rendang tu lamak bana !

Minggu, 24 Agustus 2014

SENIORITAS

Tahun ajaran baru bagi mahasiswa baru akan segera dimulai, tentu saja sebelum itu ada berbagai macam kegiatan pengenalan kampus yang diadakan untuk mengenal kampus lebih jauh, biasanya, acara ini oleh mahasiswa dan kampus untuk menyambut mahasiswa baru. Biasanya, acara semacam ini selalu saja menjadi ajang pembuktian diri para senior agar mereka terlihat hebat, terlihat garang  dan berwibawa. Meprihatinkan, begitu SBY mengungkapkan. 

Fenomena ini subur mengakar di lingkungan pendidikan dan memberika warna yang menarik untuk dibahas di dunia pendidikan. Senioritas sendiri belum ada definisinya, tetapi banyak dari kita menyimpulkan bahwa senioritas itu adalah situasi dimana terjadi pemisahan kelompok secara sosial berdasarkan angkatan (dalam kampus) di lingkup pendidikan. Yang lebih duluan masuk, otomatis melabelisasi diri sebagai senior dan baru masuk junior. Ini menjadi pola dasar situasi senioritas. 

Melihat fenomena ini saya teringat kalimat dari sosiolog Prancis yang saya paksakan pemikirannya masuk kedalam skripsi saya, Pierre Bourdieu, “..the habitus is a set of disposition which incline to ACT and REACT in CERTAIN WAYS..”. Agen atau actor dalam konteks senioritas bertindak dan bereaksi dengan cara-cara tertentu. Pernyataan tersebut bertanggung jawab, bukan karena ada sumbernya tetapi secara common sense kita mengiyakan gagasannya jika kita mengerti mengenai fenomena senioritas. Habitus sendiri adalah kecendrungan seseorang (aktor) untuk beraksi dan bereaksi dengan cara-cara tertentu. Kecendrungan inilah melahirkan praktik-praktik, perilaku, persepsi yang kemudian menjadi kebiasaan yang tidak lagi dipertanyakan aturan-aturan yang melatarbelakanginya. Apapun yang ada dalam habitus, apapun yang tercipta didalamnya, semuanya melalui proses penanaman Inculquees-Terstruktur (Structurees)-berlangsung lama (Durables)-dapat tumbuh kembang (Generatives)-dan dapat diwariskan atau dipindahkan (Transposable). Seperti senioritas ini, semua hal di dalam senioritas itu tidak begitu saja terbentuk.

Tidak semua orang suka diperlakukan secara keras, layaknya pegas, jika semakin ditarik maka pegas itu akan semakin keras, tak terlenturkan, sama seperti manusia. 

Ketika senior dikritik oleh juniornya, masih saja ada senior yang menutup diri untuk dinilai oleh orang lain, apakah itu generasi yang lebih dulu mengecap pendidikan tinggi? Mereka bisa mengkritik pemerintah tetapi mereka sulit untuk menerima kritikan.

Sikap para senior terkadang menimbulkan dampak negatif, yang menyebabkan mental junior terganggu, sehingga para junior menjadi terkekang akan ruang geraknya. Hal ini disebabkan karena keegoisan senior yang selalu ingin di hormati.

Senioritas itu di perlukan, dibutuhkan. Hanya saja harus bijaksana dalam artian senioritas seperti apa yang ditampilkan. Untuk itu perlu berpikir matang-matang dan mendalam. Tidak semuanya bisa diturunkan kepada junior , harus bijak dan berani memilah. Mana yang positif dan negatif. Sehingga, dengan begitu, yang tersisa hanya ada cinta dan kasih sayang penuh kedamainan, kebersamaan, kebahagiaan antara senior dan junior dalam kerangka sosial senioritas. 

Minggu, 08 April 2012

Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo

Inspirasi gue buat blog ini karena seorang yang memotivasi gue banget,seseorang yang cinta basket dan selingkuhannya sepakbola.Dia cinta banget sama INDONESIA.Sejak gue baca bukunya,dia berhasil ngebuat gue,khususnya perasaan gue buat cinta sama negara kita ini,gimanapun bentuknya sekarang ini ditengah perpecahan koalisi,banjir,serangan tomcat dan banyak lagi peristiwa yang sedang dialami oleh Indonesia sekarang ini.Dia adalah Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo.


Gue awalnya tahu dia sebagai Host dari acara reality show "Kena Deh" pasti kalian semua tahu acara itu.Acara yang ngetest tentang pengetahuan umum kita gitu tanpa kita sadar bahwa kita sedang masuk acara itu.

Dulu gue cuma tahu dia sebagai host doang,eh ternyata bukan.Sejak gue nonton Provoactive proactive dan gue dateng ke acara Rossy Goes To Campus di kampus gue UNRI yang sekarang biasa disebut UR dan gue nge follow twitter dia ternyata dia bukan hanya seorang Host,tapi juga penyiar,penulis,stand up comedian,rapper, pebisnis dan pemain basket tiap hari senin.

Dia penyiar sebuah radio,punya almbum yg bisa di dowlnoad grtais di pandji.com,usaha REF Clothing, sebuah brand untuk baju basket. Pandji pun konsisten dengan selalu memakai baju dari brandnya sendiri.

Gue juga download buku-bukunya yang ada di website pribadi dia,gue lupa alamatnya,dia ngebuat gue terinspirasi banget.Buku yang gue ngerti cuma NASIONAL.IS.ME.HAHA. Buku yang memberikan gue pengetahuan tentang Indonesia,bikin kita optimis,khususnya buat negara kita.Pokoknya bagus.Memotivasi,menginspirasi.


Selain itu,gue juga download lagu-lagi dia,ya yang sesuai dengan hatilah.Antara lain Untuk Indonesia,Kami tidak takut,Lagu melayu,Tak seindah dulu,Main itu hidup .HAHA.

Sejak adanya kompas TV gue jadi sering liat dia di tv,dia salah satu pencetus adanya stand up comedy di Indonesia tentunya bersama Raditya Dika dkk.Dia juga punya acara di kompas TV yang 180 derajat.

Dia orangnya keren tinggi,gue juga pengen tinggi kayak dia,dia orangnya punya ide-ide kreatif,abang gue mengakuinya.HAHA.Gue pengen download lagu dia always a player.Inti lagunya menganalogikan kehidupan dengan basket.

Gak banyak kata-kata gue yang menggambarkan gue mengidolakan pandji.

Rabu, 22 Februari 2012

Bisakah Menjamin?

Indonesia memang banyak koruptor,bahkan mungkin sangat banyak koruptor.
Ambil contoh generasi penerus Bangsa.Generasi penerus Indonesia saja sudah diajarkan buat menyuap.Bukan rahasia umum lagi kalau salah satu sekolah tinggi kedinasan yang berada di Jawa Barat,masuknya saja sudah menyogok alias pake uang.Uangnya pun tidak dalam jumlah kecil,jumlah besar.

Disini peran darah,daerah,duit sangat berperan sekali dan tidak lupa kekuasaan.Mereka yang memiliki kekuasaan akan mudah untuk masuk ke sekolah tinggi tersebut walaupun tidak memenuhi syarat untuk masuk kesana,tapi karena ada semua itu,jadinya masuk.Dengan kekuasaan dari kerabat keluarganya,adanya dauit untuk menyogok supaya bisa masuk kesana karena dijamin masa depannya akan bisa masuk ke sekolah tersebut.Siapa bisa jamin mereka nantinya tidak akan berusaha mengembalikan uang yang telah mereka berikan untuk masuk ke sekolah tersebut? Siapa bisa jamin? Tidak ada.Cuma dia dan hati kecilnya yang tahu.

Sepertinya harus diadakan ruqiyah nih buat mereka-mereka yang seperti itu,mungkin saja dengan caa seperti itu bisa mengembalikan kesadaran terhadap apa yang mereka lakukan dan mencegah tindakan suap menyuap dan korupsi.