Jumat, 15 Juli 2011

Surabaya dan Basket

Gue menulis ini karena gue ingin mengenalkan Indonesia sesuai dengan apa yang gue baca,gue lihat. Gue mengajak teman-teman untuk mencintai Indonesia.banyak yang pesimis sama negerinya sendiri,banyak yg gak suka sama INDONESIA. Dengan menulis di Blog ini,gue mengajak yang membaca untuk cinta sama negeri kita sendiri. Begitu banyak yang belum teman-teman ketahui tentang Indonesia,termasuk saya,tapi saya berusaha membagi yang sudah saya ketahui sama teman-teman semua.Karena saya mendapat ini secara gratis,dan saya bagikan ini secara gratis,ceritanya.hahahhaha

Sekarang gue pengen cerita tentang kota Surabaya.Kenapa? karena Surabaya jadi salah satu kota yang penting di mata dunia.Surabaya sudah berkembang lebih dari sebuah kota bisnis.Dan menurut gue,surabaya itu adalah pusat perbasketan di Indonesia.Mungkin kalian kaget. Mungkin menurut kalian,Jakarta, setidaknya, Bandung akan disebut sebagai pusat basket di Indonesia.Klub-klub besar IBL adalah Garuda Bandung, SM Jakarta dan Aspac Jakarta.Juara kompetisi basket kalau nggak dari Bandung, dari Jakarta.

gue menulis ini gue tahu dari membaca buku seorang yang cinta sama basket tapi selingkuhannya sepakbola,pandji lagi, dan pengalaman saya dan teman-teman saya.

Mengapa Surabaya? jawabannya singkat,Basket di kota ini,lebih hidup.hehehe
Alasannya sederhana,"AZRUL ANANDA".
Seorang anak muda yang punya komitmen luar biasa terhadap basket.Bang Azrul ini suka ngoleksi sneaker.Dia punya, mungkin, ribuan sneakers mahal yang kita liat di majalah. Bahkan dia punya belasan koleksi sepatu Li Ning dari Cina yang sekarang meng-endorse Shaquille O Neal. Unik kan? kalian sendiri bahkan mungkin belum pernah dengar merk Li Ning.

Tapi satu sisi yang menarik dari beliau adalah sehari-hari dia memakai sepatu yang merknya league,merk lokal alias Indonesia punya.Ketika ditanya teman-temannya, “Kenapa sih elo ga pake sepatu koleksi elo yg mahal-mahal?”Jawabannya selalu sama, “Harusnya elo juga pake sepatu buatan Indonesia...”

Dan ini yang menarik buat gue tulis,beliaulah yang menciptakan dan menjalankan DBL ,salah satu kompetisi basket terbesar pelajar Indonesia.Dan gue pernah mengikutinya masuk final dan jadi champion, sekolah gue berangkat 1 tim ke Surabaya hahahha.2 orang yang gue kenal udah berangkat keSurabaya,australia,amerika karena DBL. yaitu yoa sama ravy.Anak pekanbaru,anak rumbai,anak Riau,anak INDONESIA.Di basketlah banyak pelajaran yang gue pelajari,bukan basket aja,hidup jga,banyak temen jga di basket.hehehhee

DBL Arena, stadion basket megah di Kota Surabaya adalah stadion basket TERKEREN di Indonesia.

DBL Arena adalah SATU-SATUNYA stadion basket di dunia yang didatangi NBA.
Sudah bertahun-tahun NBA mendatangkan pemainnya ke Surabaya, ke DBL Arena.
Danny Granger dari Indiana Pacers(ini sewaktu sekolah gue ke surabaya ni), Mike Lee dari New York Knicks, dll. pernah ke Surabaya.
Bukan Jakarta. Surabaya.Mereka bahkan tidak diundang, mereka YANG MENGHUBUNGI dan menyatakan ingin datang ke Surabaya.
Mereka datang ke sini dan memberikan hiburan serta pelatihan kepada pemain-pemain muda di SURABAYA. Bukan jakarta

Yang juga menarik dari DBL adalah bahwa sampai saat ini, DBL adalah kompetisi basket yang diselenggarakan di seluruh kota di Indonesia (termasuk Papua) KECUALI Jakarta.Entah alasan khususnya, tapi yang pasti bisa diacungi jempol keberaniannya dalam menggelar kompetisi seperti ini.

Yang pasti kini Azrul Ananda bersama timnya adalah yang menjalankan Indonesian Basketball League atau IBL. Lagi-lagi bukan karena dia yang menawarkan diri, tapi Azrul didatangi oleh pihak dari seluruh tim IBL dan mereka meminta Azrul untuk menangani IBL.

Sekarang, saking tingginya antusiasme bola basket di Surabaya, kota tersebut tidak pernah surut dari kompetisi.Seorang wasit bisa hidup dari basket di Surabaya karena ada banyak pertandingan dari banyak kompetisi di mana dia bisa bertugas dan berpenghasilan sepanjang tahun.

Pekanbaru sepertinya udah mulai dengan banyaknya kompetisi basket,salah satunya PBL senior dan junior saat ini. Dan pekanbaru tahun depan jadi tuan Rumah PON tahun depan.

1 lagi anak bangsa yang cinta sama Indonesia.apakah kalian juga? hehehhehe

Minggu, 10 Juli 2011

KERAGUAN bisa menjadi anugerah yang luar biasa.

Memang, apapun yang gue ceritakan sebelumnya berdasarkan sumber-sumber yang subjektif. Tapi sebenarnya, sejarah yang tercatat di buku-buku pelajaran kitapun sebenarnya subjektif. Dan gue harap teman-teman baca postingan yang sebelum-sebelumnya.

Hari ini, Indonesiapun bukannya luput dari kesalahan, keburukan yang memalukan.Indonesia masih memegang posisi sebagai negara paling korup se-Asia Tenggara.

Kendatipun begitu, kitapun merasakan bahwa masa sekarang sama sekali berbeda dengan masa lalu di era kepemimpinan Pak Harto misalnya.Hari ini, setiap hari kita buka koran, ada artikel tentang pemberantasan korupsi, persidangan koruptor, dll.Namun yang membuat kita semua pusing adalah dagelan dagelan para dalang kebusukan ini.
Kasus KPK, Kepolisian, Dinas Perpajakan, Kehakiman, Kejaksaan Agung, dan siapapun yang terkait ini seakan akan tidak ada ujungnya.

pandji,ketika mewawancara Bang Adnan Buyung Nasution. dia tanya 3 lembaga paling korup di Indonesia. Seakan seperti refleks beliau menjawab dengan cepat dan yakin: “Kehakiman , Kejaksaan, Kepolisian.” Lalu beliau menambahkan “Ada lagi... Pengacara.”

Dengan mengetahui fakta tadi, siapa yang tidak pusing dengan penegakkan hukum di Indonesia?Apalagi ada begitu banyak kasus yang belum juga usai.

Tidak usah kita bicarakan Gayus dan Susno.. Bagaimana dengan Century? Bagaimana dengan MUNIR? Bagaimana dengan kerusuhan mei 98? Bagaimana dengan semua ketidak adilan yang tidak pernah ditegakkan?
Bahkan dunia perekonomian kitapun tidak luput dari kebusukan.

Adalah @revolutia yang membicarakan soal ini di twitter... Dia memulai dengan bertanya “Tahukah anda mengapa pemerintah terasa sekali mendukung pengusaha non pribumi?”
Jawaban umumnya adalah bahwa pengusaha non pribumi kemampuan bisnisnya baik dan koneksinya luas. Itu, menurut @revolutia adalah jawaban yang salah.

Sebenarnya, pemerintah di jaman ORBA ingin stabilitas politik dengan memberikan monopoli atau semi-monopoli kepada pengusaha non pribumi sambil menjauhkan mereka dari ranah politik.Karena kalau uang digunakan sebagai senjata politik, maka kestabilan dunia politik bisa berantakan.

Ini yang sebenarnya mulai terlihat. Bayangkan orang yang punya uang tak terhingga banyaknya, punya kekuatan media, dan memiliki kekuatan politik.Orang tersebut antara bisa membawa kebaikan, atau sebaliknya malapetaka untuk kestabilan negara. Tergantung nuraninya Mungkin dari sini mulai terbayang mengapa dunia politik Indonesia sekarang sedang bergejolak.

Apalagi mengingat menteri keuangan kita Ibu Sri Mulyani bukan datang dari partai manapun. Sehingga tidak bisa mewakili kebutuhan politis partai.Susah sekali saat ini untuk meyakini bahwa setiap partai yang ada di Indonesia itu bersih dari korupsi dan kolusi. Susah sekali untuk meyakini bahwa mereka adalah benar benar wakil rakyat.
Terutama ketika kita menilai kiprah mereka..

Kebanyakan dari rakyat Indonesia memberikan nilai buruk pada rapor anggota DPR.Baik buruk secara moral, maupun dari hasil kerja mereka.Tidak satu dua kali RUU yang mereka rumuskan mendapatkan reaksi buruk dari rakyat terutama dari kalangan terdidik (sebenarnya ini juga potret praktek demokrasi yang baik di Indonesia ketika rakyatnya bisa mengontrol legislatifnya) dari urusan perfilman, pornografi, pendidikan, perpajakan, dll.

Kaum terpelajar menilai bahwa DPR diisi oleh orang orang yang kurang kompeten di bidangnya. Tapi ini dilematis karena orang orang yang “katanya” terbaik di bidangnya memilih untuk tidak mau jadi anggota DPR dengan alasan menginginkan kebebasan untuk terus berkarya. “Emang gue ga ada kerjaan lain apa?”

Lalu kalau orang orang terbaik bangsa ini tidak mau menjadi anggota DPR maka apakah itu tandanya kita harus menyerah dengan keadaan DPR kita selalu dan selamanya diisi oleh “second best” ?Lingkaran setan yang absurd.
ini yang terpenting
gue tidak ingin teman-teman untuk cinta buta terhadap Indonesia.
gue ingin teman-teman untuk tahu sejarah yang buruk dari Indonesia, penyelewengan fakta, di luar hal-hal yang sudah anda tahu buruk dari Indonesia seperti misalnya korupsi dan lain-lain.

Mengapa gue ingin teman-teman untuk tahu semua itu?Agar Anda punya kesempatan untuk RAGU.“Kesempatan untuk ragu?”Ya. KERAGUAN bisa menjadi anugerah yang luar biasa.
Keraguan membuat kita mempertanyakan kembali keyakinan kita.Kalau kita kembali dari keraguan itu, maka keyakinan kita akan jadi jauh lebih kuat.pandji mengatakan hal ini.

Tan Malaka dan Amir Sjarifoeddin.

Ternyata selama ini anggapan saya akan Indonesia belum tentu benar.. Ternyata selama ini, sesama bangsa Indonesia-pun saling bentrok dalam menjalankan kemerdekaan ini..
Orang-orang yang besar jasanya untuk Indonesia, dilenyapkan begitu saja.

Sebut saja Tan Malaka dan Amir Sjarifoeddin.

Tan Malaka hilang dari muka bumi tahun 1949. Belakangan ketauan beliau ditembak tentara TNI.Padahal beliaulah yang pertama kali menyebut REPUBLIK INDONESIA. Bahkan mendirikan partai Republik Indonesia tahun 1927 dimana 2 tahun sebelumnya menerbitkan tulisan berjudul “Menuju Republik Indonesia”.

Beliau mulai dianggap membahayakan karena sewaktu pulang ke Indonesia dari luar negeri (beliau pergi ke luar negeri menghindari kejaran Belanda), beliau kaget dengan keadaan Indonesia yang saat itu dipimpin oleh Sutan Sjahrir sebagai Perdana Menteri.

Diceritakan Tan Malaka, seorang komunis dan sempat menjadi figur penting PKI, adalah figur dibalik penculikan Sutan Sjahrir. Belakangan beliau maju kehadapan Bung Karno dan menawarkan agar kabinetnya Sutan Sjahrir dirombak dan diganti dengan tim yang baru, didalamnya ada Tan Malaka sendiri dan nama-nama lain seperti misalnya Mohammad Yamin. Orang yang menulis naskah Sumpah Pemuda 
Sutan Sjahrir sendiri sebelum menjabat sebagai Perdana Menteri (yang juga merupakan perdana menteri termuda di dunia) adalah sosok sosialis yang paling giat menyerang Bung Karno.
Kalau Bung Karno dikenal sangat pro persatuan dan kesatuan, Sjahrir justru merasa sebaliknya. Beliau merasa kalau persatuannya dipaksakan hanya akan “melahirkan anak-anak banci”. Begitu istilah beliau.

Pada umur 36 tahun, Sutan Sjahrir menjabat sebagai Perdana Menteri. Namun kiprah beliau tidak disetujui oleh Tan Malaka. Sjahrir lewat perjanjian dengan Belanda hanya minta pengakuan kedaulatan Jawa dan Madura kepada Belanda. Sementara Tan Malaka dari PKI meminta pengakuan kedaulatan PENUH. Se-Indonesia raya. (membingungkan kan?  )

Sjahrir pada kenyataannya memang merupakan sosok yang sukses memerdekakan Indonesia dengan Diplomasi. Adalah pidato beliau dan argumen beliau yang mematahkan semua argumen dan serangan perwakilan diplomat dari Belanda di depan Dewan Keamanan PBB.

Kekalahan Van Kleffens menjadikan dirinya ditarik dari posisi mewakili Belanda dan ditempatkan sebagai Duta Besar Belanda di Turki. Menandakan kekalahan diplomat senior dengan diplomat muda bernama Sutan Sjahrir yang populer di mata wartawan internasional yang meliput kala itu. Karenanya Sjahrir dijuluki The Smiling Diplomat.

Sjahrir hubungannya memburuk dengan Bung Karno lalu tahun 1962 beliau dipenjara tanpa pernah disidang. Ketika beliau terserang stroke, beliau diijinkan untuk berobat ke Zurich, Swiss. Di Bandara, seorang sahabat melepas kepergian beliau beruraian airmata. Sahabat tersebut adalah Sugondo Joyopuspito. Sugondo adalah wakil ketua PSI, partai sosialis yang didirikan oleh Sjahrir. Sugondo Joyopuspito pada umur 23 tahun adalah ketua yang memimpin Kongres Pemuda 2 yang melahirkan Sumpah Pemuda

Sama halnya dengan Amir Sjarifoeddin yang sempat jadi Perdana Menteri walau hanya 1 tahun dan turun dengan sukarela ketika dianggap tidak sukses mewakili Indonesia dalam Perjanjian Renville. Beliau sempat menjadi Menteri Pertahanan dan dikenal oleh Belanda sebagai seseorang yang tidak mengenal takut.

Sebuah dokumen yang dikeluarkan oleh NEFIS (Netherlands Expeditionary Forces Intelligence Service), instansi rahasia yang dipimpin Van Mook, tertanggal 9 Juni 1947 menyatakan bahwa beliau tertawa ketika disiksa Belanda. Termasuk ketika digantung terbalik dengan kaki di atas.

Merinding membayangkannya...

Ketika peristwa PKI Madiun terjadi di tahun 1948, Bung Hatta memerintahkan agar Amir Sjarifoeddin ditangkap dengan tuduhan berusaha untuk mendirikan negara komunis di Madiun. Amir Sjarifoeddin sedang berada di Yogyakarta saat itu dibawa TNI. Desember 1948, beliau ditembak di kepala oleh seorang perwira TNI.

Perhatikan bagaimana orang-orang yang penting dalam mendirikan Indonesia sejak 1920an adalah orang orang Sosialis yang pada akhirnya, tidak lagi diterima di Indonesia.
Membingungkan rasanya bagaimana tokoh-tokoh yang sejak dahulu kala berjuang bersama-sama untuk kemerdekaan Indonesia, malah saling bertolak belakang dan memiliki cara sendiri-sendiri untuk mempertahankan dan menjalankan kemerdekaan ini.

Inilah Indonesia yang sesungguhnya terjadi.Inilah Indonesia yang kita tidak tahu.

perjuangan mati-matian kita malah disebut “pemberian”!!!

Kita dididik untuk menerima bahwa Indonesia merdeka dengan tangannya sendiri dan bahwa Indonesia bersatu untuk meraih dan menjaga kemerdekaan.
Mmmmm... Ya dan Tidak.

Jepang sebenarnya berencana untuk memerdekakan Indonesia (di buku pelajaran sejarah juga dituliskan) sebelum pada akhirnya kita memilih untuk lebih dulu memerdekakan diri.
Bung Karno waktu itu agak enggan untuk memproklamirkan kemerdekaan tanggal 17 Agustus karena (kalau tidak salah) Jepang sudah menyiapkan kemerdekaan Indonesia tanggal 23 Agustus (1945).

Masalahnya Jepang keburu menyerah kepada sekutu, sehingga bisa saja sebelum tanggal 23 tersebut, ada pemindahan kekuasaan dan kita tidak jadi merdeka.
Maka setelah diculik ke Rengas Dengklok, pada tanggal 17 Agustus pagi hari, Bung Karno membacakan teks proklamasi.

Bayangkan kalau Jepang tidak kalah oleh sekutu. Mungkinkah kita akan merdeka karena pemberian? Sama seperti Malaysia yang sering kita goda?

Sebenarnya sebelum Jepang masuk ke Indonesia-pun sebenarnya Belanda sudah berencana untuk memerdekakan Indonesia. Rencana mereka adalah pada tahun 1970-an.

Itulah mengapa mereka mempersiapkan orang-orang yang kelak akan jadi pemimpin-pemimpin Indonesia dengan menyekolahkan tokoh-tokohnya. Salah satunya bentuk persiapannya adalah dengan membiarkan Kongres Pemuda 1 dan 2 terjadi.

Gue memaklumi kalau ada yang hatinya panas membaca bagian ini.

“Kurang ajar! Enak aja perjuangan mati-matian kita malah disebut “pemberian”!!!”

Tapi inilah sisi-sisi sejarah yang tidak pernah kita ketahui... Mungkin salah, tapi mungkin  juga benar. Boleh teman-teman gubris, juga boleh tidak.
Tapi satu hal yang pasti, bahwa apa yang selama ini kita anggap “benar” belum tentu merupakan kebenaran yang sesungguhnya.

Economic Hitman.

Freeport dari Amerika Serikat menyedot emas-emas berharga kita yang berserakan di papua.Belakangan ketika Timor Timur sudah aman dari kemungkinan untuk menjadi komunis, Amerika Serikat dan Australia pula-lah yang mendukung perpisahan mereka dari Indonesia.

Gosipnya, para ahli menemukan bahwa ada sebuah palung di Timor Timur yang merupakan sumber minyak bumi terkaya di Indonesia. Pantesan Amerika dan Australia mau masuk..

Lewat PERPERA, hilanglah Timor Timur dari Indonesia.

Berbicara tentang PERPERA, ini pulalah yang membuat Papua bergabung dengan Indonesia,Pada tahun 1970an kabarnya, PERPERA itu angkanya dimanipulasi sehingga terkesan mereka ingin bergabung dengan Indonesia. Gosip ini jadi semakin kuat karena tidak lama dari penandatanganan persetujuan Papua masuk jadi bagian Indonesia, pemerintah Indonesia menandatangani kesepakatan dengan Freeport.Ijinnya Freeport saat itu bukan untuk menambang emas, tapi tembaga.Tapi memang tembaga itu biasanya jadi indikasi emas. Dimana ada tembaga, maka di sana juga ada emas.

Papua.Siapa yang ditunjuk bertanggung jawab terhadap PERPERA dan masuknya Freeport?Ada yang bilang Soekarno, ada yang bilang Soeharto.Yang pasti, ada satu lagi cara pandang terhadap ini.

baca “The Confession of an Economic HitMan?”

buku terkenal itu cerita bahwa pada tahun 1960an korporasi Amerika Serikat punya economic hitman yang kerjanya keliling dunia untuk menawarkan sebuah perjanjian kepada setiap negara. Salah satunya adalah John Perkins yang menulis buku itu. Perkins berkeliling ke negara negara seperti Iran, Arab Saudi, Ekuador, Kolombia, dll.

Yang dia minta ke setiap negara adalah kesempatan untuk memudahkan korporasi Amerika untuk berbisnis di negara tersebut dengan segala fasilitas dan perlindungan lewat kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Kalau negara itu menolak, maka negara tersebut akan dibuat rusuh. Sehingga kondisi negaranya tidak stabil yang tentunya berakibat kepada kondisi perekonomiannya. Itulah mengapa John Perkins yang juga pernah ke Jakarta disebut sebagai Economic Hitman.