Minggu, 08 April 2012

Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo

Inspirasi gue buat blog ini karena seorang yang memotivasi gue banget,seseorang yang cinta basket dan selingkuhannya sepakbola.Dia cinta banget sama INDONESIA.Sejak gue baca bukunya,dia berhasil ngebuat gue,khususnya perasaan gue buat cinta sama negara kita ini,gimanapun bentuknya sekarang ini ditengah perpecahan koalisi,banjir,serangan tomcat dan banyak lagi peristiwa yang sedang dialami oleh Indonesia sekarang ini.Dia adalah Pandji Pragiwaksono Wongsoyudo.


Gue awalnya tahu dia sebagai Host dari acara reality show "Kena Deh" pasti kalian semua tahu acara itu.Acara yang ngetest tentang pengetahuan umum kita gitu tanpa kita sadar bahwa kita sedang masuk acara itu.

Dulu gue cuma tahu dia sebagai host doang,eh ternyata bukan.Sejak gue nonton Provoactive proactive dan gue dateng ke acara Rossy Goes To Campus di kampus gue UNRI yang sekarang biasa disebut UR dan gue nge follow twitter dia ternyata dia bukan hanya seorang Host,tapi juga penyiar,penulis,stand up comedian,rapper, pebisnis dan pemain basket tiap hari senin.

Dia penyiar sebuah radio,punya almbum yg bisa di dowlnoad grtais di pandji.com,usaha REF Clothing, sebuah brand untuk baju basket. Pandji pun konsisten dengan selalu memakai baju dari brandnya sendiri.

Gue juga download buku-bukunya yang ada di website pribadi dia,gue lupa alamatnya,dia ngebuat gue terinspirasi banget.Buku yang gue ngerti cuma NASIONAL.IS.ME.HAHA. Buku yang memberikan gue pengetahuan tentang Indonesia,bikin kita optimis,khususnya buat negara kita.Pokoknya bagus.Memotivasi,menginspirasi.


Selain itu,gue juga download lagu-lagi dia,ya yang sesuai dengan hatilah.Antara lain Untuk Indonesia,Kami tidak takut,Lagu melayu,Tak seindah dulu,Main itu hidup .HAHA.

Sejak adanya kompas TV gue jadi sering liat dia di tv,dia salah satu pencetus adanya stand up comedy di Indonesia tentunya bersama Raditya Dika dkk.Dia juga punya acara di kompas TV yang 180 derajat.

Dia orangnya keren tinggi,gue juga pengen tinggi kayak dia,dia orangnya punya ide-ide kreatif,abang gue mengakuinya.HAHA.Gue pengen download lagu dia always a player.Inti lagunya menganalogikan kehidupan dengan basket.

Gak banyak kata-kata gue yang menggambarkan gue mengidolakan pandji.

Rabu, 22 Februari 2012

Bisakah Menjamin?

Indonesia memang banyak koruptor,bahkan mungkin sangat banyak koruptor.
Ambil contoh generasi penerus Bangsa.Generasi penerus Indonesia saja sudah diajarkan buat menyuap.Bukan rahasia umum lagi kalau salah satu sekolah tinggi kedinasan yang berada di Jawa Barat,masuknya saja sudah menyogok alias pake uang.Uangnya pun tidak dalam jumlah kecil,jumlah besar.

Disini peran darah,daerah,duit sangat berperan sekali dan tidak lupa kekuasaan.Mereka yang memiliki kekuasaan akan mudah untuk masuk ke sekolah tinggi tersebut walaupun tidak memenuhi syarat untuk masuk kesana,tapi karena ada semua itu,jadinya masuk.Dengan kekuasaan dari kerabat keluarganya,adanya dauit untuk menyogok supaya bisa masuk kesana karena dijamin masa depannya akan bisa masuk ke sekolah tersebut.Siapa bisa jamin mereka nantinya tidak akan berusaha mengembalikan uang yang telah mereka berikan untuk masuk ke sekolah tersebut? Siapa bisa jamin? Tidak ada.Cuma dia dan hati kecilnya yang tahu.

Sepertinya harus diadakan ruqiyah nih buat mereka-mereka yang seperti itu,mungkin saja dengan caa seperti itu bisa mengembalikan kesadaran terhadap apa yang mereka lakukan dan mencegah tindakan suap menyuap dan korupsi.

Rabu, 11 Januari 2012

Ingatlah Pancasila

Situasi politik di Pekanbaru lagi panas. Demonstrasi,pembakaran rumah ketua KPUD udah menghiasi kota Pekanbaru.Pasangan Firdaus-Ayat menang telak teradap pasangan Septina-Erizal.Tapi belum ada putusan mengenai ini,siapa yang bakal jadi walikota Pekanbaru.

Massa Demo Pekanbaru Bakar Ban Bekas
ini pendukung salah satu pasangan CAWALKOT yang berdemonstrasi di dean
Politik tujuan sejatinya adalah memperoleh kekuasaan.Jadi orang akan melakukan hal apa saja untuk memperoleh kekuasaan. Tapi,haruskah dengan cara yang seperti ini? Pemimpin itu adalah contoh bagi rakyatnya,mau memimpin aja udah kayak gini,gimana memimpin.Semuanya mempunyai kepentingan politik.Ya semuanya,makanya jangan melakukan hal yang berlebihan,karena berlebihan itu gak baik.

Semuanya pengen jadi walikota,apa yang di kejar? ingin merubah kota? ingin memajukan kota? Masih banyak cara,masih banyak.Tidak perlu disebutkan lagi,mungkin sudah tahu.

Yang namanya pemilu itu ya kelompok yang terbesar yang menang.Begitu seterusnya sampai kiamat. 
Semua udah lupa mungkin ya sama pancasila,bukannya saya sok ngerti sama pancasila,tapi 5 sila itu adalah penuntun kehidupan berbasangsa dan bernegara,dimana letak persatuan kita? setiap kelompok saling serang,dimana sila keempat kita? musyawarah mufakat.

Pancasila sudah disusun oleh Para pendiri bangsa ini dahulu untuk kita,untuk anak cucu kita nantinya.Kalau seperti ini prosesnya,mungkin akan begini sampai kiamat.

Jadilah pemimpin yang berjiwa besar,menerima kekalahan dan jadilah pemimpin yang jujur,maka akan disayang rakyat.

Selasa, 10 Januari 2012

Misteri Tan Malaka

Harry A Poeze, Meener Belanda Pengungkap Misteri Tan Malaka.

Sosok pahlawan revolusioner Tan Malaka, rupanya menarik perhatian peneliti asal Belanda, Harry A Poeze. Selama 40 tahun pria Belanda kelahiran 20 Oktober 1947 itu meneliti kemisteriusan sosok revolusioner beraliran kiri tersebut.

Sungguh ironis memang, di saat mayoritas warga-warga pribumi kurang mengenal sosok Tan Malaka, Harry Poeze hadir sebagai penguak misteri tokoh Tan Malaka. September 2009 lalu, ia bersama rekannya berhasil menemukan makam Tan Malaka, di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur.

Ketertarikan Harry akan tokoh Tan Malaka dimulai saat dirinya sedang membuat skripsi pada tahun 1971. Kala itu, Harry ingin meneliti tentang sejarah Indonesia hingga akhirnya menemukan arsip-asrsip tentang Tan Malaka yang tersimpan di Belanda. Ia pun sempat mengunjungi sekolah Tan Malaka saat tinggal di Belanda

"Begitu saya baca garis besar dari riwayat beliau, sangat luar biasa. Kemisteriusan beliau, yang membuat saya tertarik untuk meneliti," Ucap Harry, saat jumpa pers terkait perkembangan hasil DNA Tan Malaka, di Wisma Shalom, Jl Kramat Pulo, Jakarta, Senin (9/1/2012).

Pria lulusan Amsterdam Universiteit ini, mengaku tidak puas jika hanya meneliti sosok Tan Malaka dari kejauhan. Akhirnya, pada tahun 1976, Harry menapakkan kakinya di tanah Jawa. Kala itu, rezim orde baru sedang berkuasa, sulit sekali mencari informasi tentang Tan Malaka, karena ia dianggap tokoh aliran komunis yang saat itu masih dianggap tabu.

"Dalam kunjungan ke Indonesia, saya tidak pernah menulis nama Tan Malaka dalam visa saya. Seandainya saya tulis, mungkin penelitian saya tidak akan pernah terjadi karena Orde Baru sangat menutup informasi Tan Malaka," papar Harry.

Selain informasi, kesulitan Harry dalam penelitiannya ialah sosok Tan Malaka yang belum akrab di telinga masyarakat pada masa itu. Namun Harry agak diuntungkan dengan statusnya sebagai warga asing. Karena pada masa tersebut, kecurigaan sangat besar, manakala seseorang ingin menggali informasi yang berkaitan dengan PKI.

"Mungkin kalau saya warga Indonesia yang ingin menggali soal Tan Malaka dan pemikirannya, saya bisa dicurigai sebagai PKI," ucap ayah dua anak ini.

Keuletan dan dedikasinya yang tanpa lelah, tepat pada 40 tahun penelitiannya terhadap Tan Malaka, Harry menemukan sebuah jawaban dari kisah misterius Tan Malaka. Sebuah makam di desa kecil yang bernama Selopanggung, mengungkap tabir dari sosok pahlawan nasional tersebut.

Harry bercerita memang sangat sulit sekali menentukan apakah makam tersebut adalah kuburan Tan Malaka atau tidak, warga desa pun tidak mengenal sosok Tan Malaka. Harry memutar otaknya, ia menanyakan pada warga, apakah sosok yang dikubur dalam makam itu merupakan korban penembakan tentara, hingga ciri-ciri fisik pengarang buku Madilog tersebut.

"Dan kepala desa di sana ingat betul peristiwa itu, saya pun menanyakan ciri-ciri fisiknya dan hasilnya mirip," ungkap Harry dengan rasa puas.

Kini, misteri Tan Malaka mulai terbuka sedikit demi sedikit. Dedikasinya terhadap Tan Malaka, membuat Harry bercerita dalam enam bukunya yang berseri Tan Malaka. Kelak, Ia berharap semoga penelitannya tidak terhenti pada titik ini saja.

Di mata Harry, Tan Malaka memiliki sosok yang amat menarik. Konseptor partai Murba ini, dinilai Harry sebagai seorang tokoh yang memiliki tulisan sejarah Indonesia dari sudut pandang yang berbeda. Harry mengatakan kisah Tan Malaka merupakan satu babak sejarah Indonesia yang hilang, karena ditutup rapat-rapat oleh rezim Orde Baru.

"Sosok lain yang membuat saya tertarik akan Malaka ialah karya sastranya. Buku Madilog memberikan cara berpikir yang berbeda dari sosok Tan Malaka," jelas pria bermantu orang Indonesia ini.

Ketertarikan akan Tan Malaka membuat dirinya ingin menggali sejarah-sejarah Indonesia, terutama yang masih menyimpan misteri. Kedepannya, ia ingin membuat buku tentang orang-orang buangan pada masa pendudukan Belanda dan orang buangan PKI, di Tanah Merah, Digoel, Papua.

"Proyeksi ke depan ingin sekali meneliti tentang orang-orang Indonesia yang dibuang ke Tanah Merah. Pasti akan menyenangkan perjalanan saya ke Papua nanti," tutup Harry, mengakhiri perbincangan.

Dikutip dari Detik.com