Beberapa hari yang lalu,Presiden kita,Soesilo Bambang Yudhoyono. Reshuffle itu biasa,tapi karena terlalu banyak pencitraan mungkin ya,banyak yang ngambil sisi negatif,berpendapat negatif.Kritis boleh,tapi kritislah pada jalan yang benar. Saya bingung dengan kalimat ini
"Saya berhak mengkritik SBY karena saya memilih SBY"
"Kamu tidak berhak mengkritik karena kamu kemaren sudah memilihnya'
Sebuah pernyataan yang terkadang buat saya bingung.Tolong beri penjelasan secara sosiologis bagi teman-teman yang baca postingan ini.
Berikut hasil reshuffle Presiden:
1. Amir Syamsuddin menjadi Menteri Hukum dan HAM dan Denny Indrayana sebagai wakilnya,
2. Azwar Abubakar menjadi Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, dan Eko Prasodjo sebagai wakilnya,
3. Mantan Dubes RI untuk Singapura, Wardana, menjadi wakil Menteri Luar Negeri,
4. Letjen TNI Marciano Norman menjadi Kepala Badan Intelijen Negara,
5. Mahendra Siregar menjadi Wakil Menteri Keuangan,
6. Gita Irawan Wirjawan menjadi Menteri Perdagangan dan Bayu Krisna Murti sebagai wakilnya,
7. Rusman Heriawan menjadi wakil Menteri Pertanian,
8. Jero Wacik menjadi Menteri ESDM dan Widjajono Partowidigdo sebagai wakilnya,
9. Mari Elka Pangestu menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Sapta Nirwandar sebagai wakilnya,
10. Dahlan Iskan menjadi Menteri BUMN dan Mahmudin Yasin sebagai wakilnya,
11. EE Mangindaan menjadi Menteri Perhubungan,
12. Gusti Muhammad Hatta menjadi Menristek,
13. Cicip Syarief Sutardjo menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan,
14. Musliar Kasim, sebagai Wakil Menteri Pendidikan Nasional bidang Pendidikan,
15. Wiendu Nuryanti, sebagai Wamendiknas bidang Kebudayaan,
16. Ali Gufron Mukti, sebagai Wakil Menteri Kesehatan,
17. Nazaruddin Umar, sebagai Wakil Menteri Agama,
18. Djan Faridz menjadi Menteri Perumahan Rakyat,
19. Baltasar Kambuaya menjadi Menteri Lingkungan Hidup.
1. Amir Syamsuddin menjadi Menteri Hukum dan HAM dan Denny Indrayana sebagai wakilnya,
2. Azwar Abubakar menjadi Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, dan Eko Prasodjo sebagai wakilnya,
3. Mantan Dubes RI untuk Singapura, Wardana, menjadi wakil Menteri Luar Negeri,
4. Letjen TNI Marciano Norman menjadi Kepala Badan Intelijen Negara,
5. Mahendra Siregar menjadi Wakil Menteri Keuangan,
6. Gita Irawan Wirjawan menjadi Menteri Perdagangan dan Bayu Krisna Murti sebagai wakilnya,
7. Rusman Heriawan menjadi wakil Menteri Pertanian,
8. Jero Wacik menjadi Menteri ESDM dan Widjajono Partowidigdo sebagai wakilnya,
9. Mari Elka Pangestu menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Sapta Nirwandar sebagai wakilnya,
10. Dahlan Iskan menjadi Menteri BUMN dan Mahmudin Yasin sebagai wakilnya,
11. EE Mangindaan menjadi Menteri Perhubungan,
12. Gusti Muhammad Hatta menjadi Menristek,
13. Cicip Syarief Sutardjo menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan,
14. Musliar Kasim, sebagai Wakil Menteri Pendidikan Nasional bidang Pendidikan,
15. Wiendu Nuryanti, sebagai Wamendiknas bidang Kebudayaan,
16. Ali Gufron Mukti, sebagai Wakil Menteri Kesehatan,
17. Nazaruddin Umar, sebagai Wakil Menteri Agama,
18. Djan Faridz menjadi Menteri Perumahan Rakyat,
19. Baltasar Kambuaya menjadi Menteri Lingkungan Hidup.
Katanya sih "Presiden melakukan reshuffle berdasarkan lima pertimbangan. Di antaranya hasil evaluasi kinerja dan integritas, faktor the right man on the right place, kebutuhan atau keperluan organisasi/kabinet, masukan dan aspirasi masyarakat dalam satu tahun terakhir dan persatuan dalam kemajemukan tanpa meninggalkan integritas dan kapasitas para calon menteri."
Semoga aja begitu.Semoga Indonesia semakin baik kedepannya.
Satu lelucon dari buat Jero Wacik
"1 menteri kocokan sedang berpikir keras untuk terobosan; gimana cara supaya Julia Roberts syuting di tambang batu bara"
Semoga amanah itu benar-benar dijalankan !
Semoga amanah itu benar-benar dijalankan !


